Pengajaran Non-Formal sebagai Wadah Pembelajaran Interaktif bagi Anak Sekolah Dasar
Kegiatan Pengajaran Non-Formal (Pendidikan Alternatif) dengan tema “Menjelajahi Pengetahuan Baru Melalui Kegiatan yang Interaktif dan Menyenangkan” telah dilaksanakan oleh Panitia Pijar bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Kegiatan ini berlangsung selama dua bulan, mulai tanggal 10 Januari hingga 1 Maret 2026, yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu dan Minggu.
Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta didik tingkat Sekolah Dasar kelas 1 sampai dengan kelas 6 yang tergabung dalam Kelompok Belajar Pijar. Melalui pendekatan pembelajaran non-formal, anak-anak diajak untuk belajar dalam suasana yang lebih santai, interaktif, dan menyenangkan, namun tetap berorientasi pada penguatan pengetahuan dasar, keterampilan, serta pembentukan karakter.
Acara pembukaan dipandu oleh MC dari panitia dan diawali dengan sambutan dari Gubernur BEM FKIP UWKS, Bapak Dr. Endrayana Putut L.E, M.Si. Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FKIP UWKS, serta perwakilan dari Kelompok Belajar Pijar. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Panitia BEM FKIP UWKS, para peserta didik Kelompok Belajar Pijar, perwakilan pimpinan fakultas (Wakil Dekan I Ibu Herfa Maulina D.S, S.Si.,M.Pd. dan Wakil Dekan III), serta komunitas belajar Pijar.
Pelaksanaan pengajaran non-formal ini bertujuan untuk memberikan layanan pendidikan alternatif yang berkualitas bagi anak-anak, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan non-formal sebagai pelengkap pendidikan formal, serta membangun kerja sama yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu kependidikan secara langsung, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan di lingkungan sosial.
Beragam aktivitas pembelajaran dirancang secara kreatif, mulai dari permainan edukatif, diskusi kelompok, praktik keterampilan, hingga kegiatan seni dan literasi yang disesuaikan dengan karakteristik usia peserta didik. Metode ini diharapkan mampu menumbuhkan minat belajar, rasa percaya diri, serta kemampuan berpikir kritis anak-anak.
Melalui kegiatan Pengajaran Non-Formal (Pendidikan Alternatif) ini, diharapkan terwujud proses transfer pengetahuan dan keterampilan yang bermakna bagi peserta didik, sekaligus memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam menerapkan teori pendidikan di luar ruang kelas formal. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam upaya mencerdaskan generasi penerus bangsa.